Nama : Salma Astagina Isy Xalola
NPM : 2116031025
Uraian Materi
Bab 1: Hubungan Akrab dalam Keluarga
• Tujuan
utama komunikasi keluarga/dalam hubungan perkawinan:
1.
Kontribusi bagi pembentukan konsep diri
Konsep
diri dari anggota keluarga terutama anak-anak dibentuk, dipelihara, diperkuat
dan dikembangkan dalam komunikasi keluarga melalui pernyataan kasih sayang,
dukungan, sambutan, penerimaan dan pujian. Keluarga yang bahagia menjadi model
bagi anak-anaknya
2. Untuk
dukungan dan pengakuan yang diperlukan
Anggota
keluarga akan menyatakan dukungan dan sambutan jika ada anggota keluarga lain
yang berhasil dan sukses. Meskipun Hadiah atau sambutan yang diberikan
sederhana namun akan memberikan penguatan dan dukungan.
Penerimaan
pada kekurangan anggota keluarga akan menentramkan dan mendamaikan suasana
namun sebaliknya jika tidak didapatkan penerimaan pada kekurangan tersebut maka
anggota keluarga akan mencari pelampiasan di luar keluarga dan hal itu akan
mengancam keutuhan dan keharmonisan keluarga.
• Tujuan
komunikasi keluarga:
1.
Menciptakan model-model
Yaitu di
mana anak akan mencontoh pola dan model dari kedua orang tuanya. Mencontoh pola
pemecahan konflik seperti marah, dingin, saling terbuka, menghina atau
memberikan saran. Dan model yang dicontoh dari kedua orang tuanya di rumah
biasanya akan terpola keluar rumah, yaitu saat anak akan memecahkan dan
memperlakukan orang lain sesuai dengan pola yang dicontohkan di rumah.
2. Pola
komunikasi antar generasi dalam keluarga
Pola
komunikasi keluarga antargenerasi ini terkait dengan masalah tanggung jawab,
sopan santun, otoritas di mana Siapa yang mengatur dan siapa yang diatur.
Perbedaan generasi ini harus dapat diatasi dengan kebersamaan, penerimaan,
penghormatan, kasih sayang, sopan santun dan dukungan.
Bab
2 :
Teori-teori KAP
1. Teori Interaksionisme Simbolik
Teori
interaksionisme simbolik dicetuskan atau dirintis oleh George Herbert Mead.
Dimana pikiran utama dari teori ini adalah komunikasi antar manusia terjadi
melalui pertukaran makna. Manusia bertindak dengan yang lainnya melalui makna
informasi simbolik yang diterimanya, dan modifikasi yang dilakukan terhadap
makna tersebut. Melalui simbol yang dipertukarkan itu terjadi pemaknaan dan
timbul saling mempengaruhi melalui simbol-simbol tersebut.
Pada
dasarnya teori ini berakar dan berfokus pada hakekat manusia yang merupakan
makhluk relasional. Dalam teori ini suatu hubungan komunikasi antar individu
yang saling keterkaitan atau menguntungkan. Jika komunikator merasa untung
menyampaikan informasinya dan komunikan juga merasa untung dengan komunikasi
tersebut, maka dapat dikatakan bahwa teori ini berhasil dilakukannya.
Contohnya
menjauhi seseorang yang pernah melakukan sebuah kejahatan. Hal itu muncul
karena adanya prasangka bahwa seseorang yang telah melakukan sebuah kejahatan
maka akan selamanya berbuat jahat, seolah-olah tidak akan berubah.
2. Teori Pelanggaran Harapan
Tokoh
dalam teori ini yaitu E.M Griffin. Dalam teori pelanggaran harapan ini hubungan
antar pribadi dipengaruhi oleh harapan atas ruang pribadi (personal space) dan
jika jarak yang ada antar pribadi dilanggar, maka akan timbul hambatan
komunikasi antar personal karena dianggap tidak sopan dan menyebabkan timbulnya
ketidaknyamanan. Jarak dalam teori ini dibagi menjadi jarak akrab, jarak
personal, jarak sosial, dan jarak publik.
Menurut
Hall (1963), ada 4 macam jarak personal space, yaitu:
1. Jarak
intim (0–18 inci/0–0,5 m), yaitu jarak antar kekasih, sahabat, atau anggota
keluarga, atau untuk melakukan olahraga kontak fisik seperti gulat dan tinju.
2. Jarak
personal (18 inci–4 kaki/0,5–1,3 m), yaitu jarak untuk percakapan antara dua
sahabat atau antar orang yang sudah saling akrab.
3. Jarak
sosial (4–12 kaki/1,3–4 m), yaitu untuk berhubungan yang bersifat formal
seperti bisnis, dan sebagainya.
4. Jarak
publik (12–25 kaki/4–8,3 m), yaitu untuk hubungan yang lebih formal lagi
seperti penceramah atau aktor dengan hadirinnya.
Contoh
dari teori pelanggaran harapan yaitu saat ada seorang sahabat yang sangat dekat
dengan kita, maka kita akan memperbolehkan dia untuk masuk ke ruang keluarga
atau kamar kita.
3. Teori
Kebohongan Antar Pribadi
Teori
ini dicetuskan oleh David Bullet dan Judee Burgoon. Dalam penelitiannya Buller
dan Burgoon mengatakan bahwa alasan seseorang melakukan perilaku berbohong
karena beberapa hal, yaitu, pertama, untuk menghindari agar tidak menyakiti
hati orang lain, kedua, untuk menunjukan kemampuan atau kualitas diri mereka
dihadapan orang lain, ketiga, untuk menghindari konflik serta untuk mempercepat
atau memperlambat seuatu hubungan.
Pada
teori ini respon dalam komunikasi antar pribadi merupakan kebohongan, atau
jawaban berkelit untuk menghindari kondisi yang tidak diinginkan. Kebohongan
itu dibuat untuk membuat keyakinan atau kesimpulan palsu. Dalam KAP terkadang,
akan terjadi pembohongan untuk mengelabui.
Contoh
teori kebohongan antar pribadi, yaitu saat kita tidak diperbolehkan keluar
rumah untuk bermain oleh orang tua, maka kita akan berkelit atau membuat alasan
bahwa kita akan pergi bekerja kelompok di rumah teman.
4. Teori
Penetrasi Sosial
Teori
ini dipopulerkan oleh Irwin Altman dan Dalmas Taylor. Teori ini berfokus pada
hubungan antar pribadi yang dinamis dan dapat berkembang dari yang tidak inti
menjadi lebih intim maupun sebaliknya. Komunikasi, pengungkapan diri dan
keakraban adalah unsur pokok hubungan antar pribadi. Hubungan sering dihargai
seperti keuntungan dan biaya yang harus dikeluarkan titik hubungan bisa
berakhir, jika perhitungan tidak menghasilkan profit (kenyamanan,
keselamatan,dll).
Kedalaman
penetrasi sosial :
1.
Sesuatu yang dipertukarkan adalah Informasi pribadi.
2.
Keterbukaan diri adalah langkah awal pengembangan hubungan.
3.
Penetrasi akan berlanjut secara perlahan dalam layer yang lebih dalam.
4.
Penetrasi ulang akan terjadi dan melompati lapisan-lapisan yang ada.
•
Masalah-masalah yang berhubungan dengan keakraban:
1.
Kesepian
Jika
kesepian maka akan menyebabkan kurangnya rasa percaya diri, tidak mampu
memprakarsai aktivitas sosial sulit mencari teman dan kurang dapat diterima
oleh orang lain. Oleh sebab itu, kita harus membuat hubungan yang harmonis agar
tidak ada kesepian anggota keluarga.
2.
Ketidakpastian hubungan
Ketidakpastian
hubungan terjadi saat ragu akan identitas hubungan romantis kah, atau sekedar
teman biasa. Hal ini juga bisa disebabkan oleh ketegangan dialektis. Jika ingin
hubungan dipertahankan maka harus ada kepastian dengan tetap selalu
berhubungan, saling menyapa atau saling kontak, serta saling berbagi dan
curhat.
•
Masalah dalam keakraban:
- Kecemburuan
Kecemburuan
dapat menjadi masalah dalam keakraban karena dengan adanya kecemburuan maka
akan ada sebuah persaingan, ketidak setaraan an yang merupakan peletak utama
keakraban. Selain itu, self esteem (harga diri) yang rendah juga menjadi
penyebab kecemburuan. Maka yang harus dilakukan yaitu harus meningkatkan
kepercayaan satu sama lain untuk menghilangkan kecemburuan, sehingga dapat
menjauhi masalah dalam keakraban.
–
Hubungan suami istri (dalam keluarga) secara fisik
Hubungan
suami istri penting bagi kelangsungan rumah tangga seperti teguran, senyuman,
hadiah, gandengan tangan, jalan bersama, dll.Bagi suami/pria hubungan merupakan
syarat yang mutlak, tetapi bagi wanita itu tidak terlalu penting. Wanita lebih
mementingkan pola perilaku pria yaitu seperti perhatian, lembut dan kasih
sayang, komunikasi yang setara dan terbuka titik bagi suami ketiadaan hubungan
suami istri bisa menjadi masalah, tetapi bagi istri tidak menjadi masalah
samasekali. Hal-hal seperti itu bisa diatasi dengan perhatian dalam komunikasi
virtual jika terkendala jarak.
• Teori
Dasar KAP
1. Teori
Reduksi Ketidakpastian
Berger
& Calabrese pada tahun 1975 pertama kali memperkenalkan teori reduksi
ketidakpastian untuk mencoba meminimalisir ketidakpastian dalam berinteraksi
dengan orang lain. Mereka meyakini bahwa kehidupan sosial itu dipenuhi dengan
ambiguitas.
Menurut
Berger & Calabrese (dalam Dainton & Zelley, 2019), ada tiga asumsi yang
dapat
dijadikan kerangka dalam pengurangan ketidakpastian, yaitu:
a)
Alasan utama dalam berkomunikasi adalah untuk mengurangi ketidakpastian di
dunia dan individu di dalamnya.
b)
Setiap individu pernah mengalami ketidakpastian dan pengalaman ini adalah
pengalaman yang tidak menyenangkan.
c)
Berger & Calabrese mengasumsikan bahwa komunikasi merupakan alat dalam
mengurangi ketidakpastian.
Contoh
dari teori reduksi ketidakpastian, yaitu saat kita bertemu dengan teman baru
ketika pertama masuk kuliah, kita tidak saling mengenal dan hanya diam saja.
Namun, ada rasa ketidakpastian apakah dia bisa diajak untuk berteman atau tidak
sehingga kita akan mulai membuka perkenalan untuk memastikannya.
2. Teori
Disonansi Kognitif (pengaruh)
Menurut
Leon Festinger, keyakinan yang berkonflik atau tidak sesuai dapat menghapus
harmoni dalam diri – suatu kondisi yang berusaha dijauhi oleh orang-orang.
Konflik nilai inilah yang menimbulkan rasa tidak nyaman.Teori disonansi
kognitif berpusat pada bagaimana seseorang berusaha untuk mendapatkan
konsistensi dan kesesuaian dalam sikap dan perilaku mereka. Pribadi selalu
mengalami disonansi kognitif, atau perbedaan pengetahuan dengan tindakan.
Contoh
dari teori disonansi kognitif yaitu saat seseorang memaparkan pentingnya
tentang olahraga walaupun ia sendiri tidak melakukannya perilaku ini dikenal
dengan hipokrisi atau kemunafikan.
3. Teori
Keseimbangan
Menurut
Fritz Heider, teori ini berusaha menerangkan bagaimana individu-individu
sebagai bagian dari struktur sosial, (misalnya sebagai suatu kelompok)
cenderung untuk menjalin hubungan satu sama lain.
Jika
seseorang setuju pada tindakan tertentu ia akan melakukannya dengan senang hati.
Jika ia tidak setuju tetapi telah melakukannya, maka ia akan mengalami stres,
gangguan jiwa. Untuk itu ia akan mengurangi ketidaknyamanan itu dengan cara
mengubah sikap terhadap tindakannya itu. Jika belum merasa nyaman, terus
mencari agar terjadi pilihan yang tepat atau seimbang.
4. Teori
Kesesuaian (Congruity Teori)
Teori
kesesuaian atau congruency theory adalah teori konsistensi yang digagas oleh
Charles Osgood. Teori kesesuaian menekankan pada dua perangkat informasi atau
dua konsep yang membutuhkan penilaian yang dibuat oleh pengamat.
Jika dua
perangkat informasi atau konsep adalah sama atau sesuai maka hal tersebut tidak
menjadi masalah. Sebaliknya, jika dua perangkat informasi atau konsep tersebut
tidak sama maka pengamat akan mengalami tekanan untuk mengubah penilaiannya
terhadap salah satu kasus.
• Teori
Konflik Antar Pribadi
1.
Konflik Prinsip - Komunal
Konflik
yang terjadi karena prinsip yang berbeda, meskipun sebagiannya ada juga
persamaan dan terjadi pada suatu kelompok. Adanya perbedaan dalam persetujuan
yang dibuat contohnya setuju untuk menghukum orang yang bersalah, tetapi tidak
sepakat dengan hukuman yang diberikan.
2.
Konflik Realistik - Non realistik
Menurut
Coser, konflik timbul karena frustasi dan pelampiasannya. Akibatnya
melemparkannya dan menyerahkannya kepada orang lain. Tujuan konflik ini yaitu
untuk melepaskan ketegangan melalui agresi. Pengalihan agresi ini untuk self
reinforcing (penguatan diri). Contohnya
Saat Kakak atau saudara kita melampiaskan kemarahan kepada kita akibat dimarahi
oleh atasannya saat bekerja.
3.
Konflik Pribadi dan Individu super
Konflik
ini dibuat untuk kepentingan pribadi, namun ada juga orang yang berkonflik demi
melindungi orang lain. Di mana orang dapat mengorbankan konflik demi membela
komunitas yang disebut pribadi super. Contohnya saat seorang pimpinan yang membela
anggota-anggotanya saat sedang dalam konflik.
4.
Konflik perilaku dan atribution
Dalam
konflik ini, masing-masing yang berkonflik memiliki alasan, alasan yang
dikemukakan salah seorang tidak mungkin dan tidak selalu diakui oleh pihak
lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa satu pihak itu merasa benar dan tidak
bersalah tapi bagi pihak lain tindakan tersebut menimbulkan masalah. Contohnya
saat seseorang bernyanyi saat kita sedang belajar itu akan sangat mengganggu,
namun bagi orang yang menyanyi itu tidak mengganggu.
5.
Konflik Pelanggaran - tanpa pelanggaran
Konflik
ini terjadi akibat pelanggaran terhadap kesepakatan bersama. Ada 3 karakter
kunci dari konflik ini, yaitu fokus, mencolok mata (salience), dan konsekuensi
(consequense).
Fokus:
bila aturan dibuat umum dan tidak fokus, dapat menyebabkan konflik.
Mencolok
mata: bila pelanggaran tak tampak tak timbul konflik tapi bila nyata akan
timbul konflik.
Konsekuensi:
pada kasus tertentu dampak pelanggaran sudah di ketahui bersama.
Contohnya
jika mencuri maka akan mendapatkan hukuman yang sesuai dengan kejahatan
tersebut.
6.
Konflik Antagonistik - Dialektik
Dalam
teori ini jika yang satu menuntut yang lain tidak dapat memenuhi. Jika dapat
memenuhi maka akan mengurangi porsi yang lain.
Contohnya
saat seorang anak meminta kepada orangtuanya untuk membelikannya mainan,
otomatis uang untuk belanja keperluan rumah Bisa berkurang. Namun dalam konflik
ini masih bisa saling tawar dengan perhitungan perhitungannya.
Pola
komunikasi yang menghalangi pengelolaan atau resolusi konflik :
• alasan
yang di duga duga atau prakiraan
• balas
menyalahkan
•
menuntut menarik diri
•
peningkatan komunikasi negatif
• keras
kepala
• tidak
jujur dan berbelit-belit
• tidak
mau mengalah
•
mengalihkan pembicaraan
Bab
3: Karakteristik Hubungan Akrab
•
Komunikasi dalam Hubungan Akrab:
1.Ramah
dan Kasih Sayang
Keramahan
dapat menunjukkan kasih dan sayang. Bila hubungan dipenuhi dengan cacian,
sindiran, maka akan menjauhkan hubungan yang ada. Bercanda atau guyon (joke)
dapat dijadikan sebagai selingan dan bukan sebagai sindiran atau cemoohan.
Namun hal itu juga harus dilakukan sesuai dengan suasana yang ada karena jika
hal tersebut dilakukan dalam suasana yang tidak akrab atau belum akrab maka
dapat dianggap sebagai sindiran atau menyinggung perasaan dan tidak sopan. Dan
dalam agama (Islam), harus tetap menjaga kejujuran walaupun sedang bercanda.
2.
Kepercayaan
Jika
kita terlibat dalam hubungan yang akrab maka kita harus saling menjaga
kepercayaan. Jika salah satu berhianat maka akan hilanglah keakraban dan bila
salah satu mendapatkan amanah maka harus berusaha untuk menyampaikannya.
3.
Pengungkapan diri (self disclosure)
Biasanya
orang yang sudah akrab ini lebih terbuka satu sama lain karena sudah adanya
rasa saling percaya satu sama lain. Semua keluh kesah dan apa yang dirasakan
satu sama lain maka akan saling terbuka. Namun, dalam pengungkapan diri pada
hubungan akrab juga memiliki masalah, yaitu terkadang sulitnya untuk mencari
orang yang dipercaya, khawatir akan dikhianati, akan adanya perubahan status,
perubahan waktu dan suasana yang ada, perubahan tentang pengetahuan, beban
psikologis yang terkait dengan dosa atau kesalahan. Maka dibuatlah sekat-
sekat/jendela/area keterbukaan seperti yang disampaikan oleh Johari Window.
Menurut
Johari Window ruang- ruang pribadi terbagi menjadi 4 yaitu:
1. Open
area: sesuatu yang diketahui diri sendiri dan orang lain.
2. Blind
Area: sesuatu yang tidak diketahui diri sendiri namun diketahui orang lain.
3.
Hidden Area: diketahui diri sendiri, tetapi tidak diketahui orang lain.
4.
Unknown area: sesuatu yang tidak diketahui diri sendiri maupun orang lain.
5.
Dukungan (supportiveness)
Jika ada
prestasi dan kemauan maka akan saling mendukung. Dan Jika ada masalah maka akan
berusaha turut menyelesaikannya. Bila ada pekerjaan akan saling berbagi dan
bila ada kesenangan juga akan saling berbagi. Serta Bila khilaf maka akan
segera dinasehati, disupport dan diberikan solusi. Dengan cara memberikan
kalimat jangan pesimis, selalu optimis, terima kasih, good job, dan keren.
6.
Penerimaan karena pemahaman
Kita
harus dapat menerima kekurangan masing-masing dan kelebihannya, saling
membantu, lebih toleran terhadap kesalahan kecil dan mudah memaafkan jika sudah
dekat dan bersahabat. Dan jika ada kesalahan kita harus bisa memahami situasi
dan kondisinya.
•
Hubungan akrab Berdasarkan latar gender:
1. Pria
dengan wanita
Wanita
lebih suka mengkritik pria dan sebaliknya bagi pria. Wanita lebih menuntut dan
memberi arti persahabatan sebagai keterbukaan, pengungkapan diri dan rahasia.
Sementara bagi pria sebaliknya yaitu lebih praktis dan pertolongan teknis. Saat
ini bagi yang muda lebih suka persahabatan berbeda gender, dan bagi yang sudah
tua menghindari persahabatan beda gender.
2.
Pernikahan dan hubungan akrab jangka panjang
Wanita
Tetap memerlukan teman akrab sesama wanita meskipun sudah memiliki pasangan
hidup, namun pria biasanya sudah merasa cukup dengan istrinya sebagai support
dalam hidupnya. Pasangan biasanya lebih awet karena ditandai oleh
karakter-karakter keluarga yang saling menghargai adanya kecukupan waktu untuk
kebersamaan atau berduaan, adanya tujuan jangka panjang yang harus dicapai
bersama.
Keakraban
keluarga memerlukan komitmen semua anggota keluarga untuk menciptakan suasana
tersebut.
Komitmen
yang ada dalam hubungan tersebut akan memudahkan kepercayaan target yang akan
dicapai untuk masa depan, upaya yang maksimal dalam pencapaian dan akan
mengabaikan hal-hal yang buruk serta akan mengeliminir ketidakpercayaan dan
kekurangan pasangan demi masa depan bersama.
Komentar
Posting Komentar