Langsung ke konten utama

Tugas (Uraian 3 Bab Materi)

 

Nama : Salma Astagina Isy Xalola

NPM : 2116031025

 

Uraian Materi

 

Bab 1: Hubungan Akrab dalam Keluarga

• Tujuan utama komunikasi keluarga/dalam hubungan perkawinan:

1. Kontribusi bagi pembentukan konsep diri

 

Konsep diri dari anggota keluarga terutama anak-anak dibentuk, dipelihara, diperkuat dan dikembangkan dalam komunikasi keluarga melalui pernyataan kasih sayang, dukungan, sambutan, penerimaan dan pujian. Keluarga yang bahagia menjadi model bagi anak-anaknya

 

2. Untuk dukungan dan pengakuan yang diperlukan

 

Anggota keluarga akan menyatakan dukungan dan sambutan jika ada anggota keluarga lain yang berhasil dan sukses. Meskipun Hadiah atau sambutan yang diberikan sederhana namun akan memberikan penguatan dan dukungan.

Penerimaan pada kekurangan anggota keluarga akan menentramkan dan mendamaikan suasana namun sebaliknya jika tidak didapatkan penerimaan pada kekurangan tersebut maka anggota keluarga akan mencari pelampiasan di luar keluarga dan hal itu akan mengancam keutuhan dan keharmonisan keluarga.

 

• Tujuan komunikasi keluarga:

1. Menciptakan model-model

Yaitu di mana anak akan mencontoh pola dan model dari kedua orang tuanya. Mencontoh pola pemecahan konflik seperti marah, dingin, saling terbuka, menghina atau memberikan saran. Dan model yang dicontoh dari kedua orang tuanya di rumah biasanya akan terpola keluar rumah, yaitu saat anak akan memecahkan dan memperlakukan orang lain sesuai dengan pola yang dicontohkan di rumah.

 

2. Pola komunikasi antar generasi dalam keluarga

Pola komunikasi keluarga antargenerasi ini terkait dengan masalah tanggung jawab, sopan santun, otoritas di mana Siapa yang mengatur dan siapa yang diatur. Perbedaan generasi ini harus dapat diatasi dengan kebersamaan, penerimaan, penghormatan, kasih sayang, sopan santun dan dukungan.

 

Bab 2  :  Teori-teori KAP

 1. Teori Interaksionisme Simbolik 

Teori interaksionisme simbolik dicetuskan atau dirintis oleh George Herbert Mead. Dimana pikiran utama dari teori ini adalah komunikasi antar manusia terjadi melalui pertukaran makna. Manusia bertindak dengan yang lainnya melalui makna informasi simbolik yang diterimanya, dan modifikasi yang dilakukan terhadap makna tersebut. Melalui simbol yang dipertukarkan itu terjadi pemaknaan dan timbul saling mempengaruhi melalui simbol-simbol  tersebut.

 

Pada dasarnya teori ini berakar dan berfokus pada hakekat manusia yang merupakan makhluk relasional. Dalam teori ini suatu hubungan komunikasi antar individu yang saling keterkaitan atau menguntungkan. Jika komunikator merasa untung menyampaikan informasinya dan komunikan juga merasa untung dengan komunikasi tersebut, maka dapat dikatakan bahwa teori ini berhasil dilakukannya.

 

Contohnya menjauhi seseorang yang pernah melakukan sebuah kejahatan. Hal itu muncul karena adanya prasangka bahwa seseorang yang telah melakukan sebuah kejahatan maka akan selamanya berbuat jahat, seolah-olah tidak akan berubah.

 

 2. Teori Pelanggaran Harapan

Tokoh dalam teori ini yaitu E.M Griffin. Dalam teori pelanggaran harapan ini hubungan antar pribadi dipengaruhi oleh harapan atas ruang pribadi (personal space) dan jika jarak yang ada antar pribadi dilanggar, maka akan timbul hambatan komunikasi antar personal karena dianggap tidak sopan dan menyebabkan timbulnya ketidaknyamanan. Jarak dalam teori ini dibagi menjadi jarak akrab, jarak personal, jarak sosial, dan jarak publik.

 

Menurut Hall (1963), ada 4 macam jarak personal space, yaitu:

 

1. Jarak intim (0–18 inci/0–0,5 m), yaitu jarak antar kekasih, sahabat, atau anggota keluarga, atau untuk melakukan olahraga kontak fisik seperti gulat dan tinju.

 

2. Jarak personal (18 inci–4 kaki/0,5–1,3 m), yaitu jarak untuk percakapan antara dua sahabat atau antar orang yang sudah saling akrab.

 

3. Jarak sosial (4–12 kaki/1,3–4 m), yaitu untuk berhubungan yang bersifat formal seperti bisnis, dan sebagainya.

 

4. Jarak publik (12–25 kaki/4–8,3 m), yaitu untuk hubungan yang lebih formal lagi seperti penceramah atau aktor dengan hadirinnya.

 

Contoh dari teori pelanggaran harapan yaitu saat ada seorang sahabat yang sangat dekat dengan kita, maka kita akan memperbolehkan dia untuk masuk ke ruang keluarga atau kamar kita.

 

3. Teori Kebohongan Antar Pribadi

Teori ini dicetuskan oleh David Bullet dan Judee Burgoon. Dalam penelitiannya Buller dan Burgoon mengatakan bahwa alasan seseorang melakukan perilaku berbohong karena beberapa hal, yaitu, pertama, untuk menghindari agar tidak menyakiti hati orang lain, kedua, untuk menunjukan kemampuan atau kualitas diri mereka dihadapan orang lain, ketiga, untuk menghindari konflik serta untuk mempercepat atau memperlambat seuatu hubungan.

Pada teori ini respon dalam komunikasi antar pribadi merupakan kebohongan, atau jawaban berkelit untuk menghindari kondisi yang tidak diinginkan. Kebohongan itu dibuat untuk membuat keyakinan atau kesimpulan palsu. Dalam KAP terkadang, akan terjadi pembohongan untuk mengelabui.

 

Contoh teori kebohongan antar pribadi, yaitu saat kita tidak diperbolehkan keluar rumah untuk bermain oleh orang tua, maka kita akan berkelit atau membuat alasan bahwa kita akan pergi bekerja kelompok di rumah teman.

 

4. Teori Penetrasi Sosial

Teori ini dipopulerkan oleh Irwin Altman dan Dalmas Taylor. Teori ini berfokus pada hubungan antar pribadi yang dinamis dan dapat berkembang dari yang tidak inti menjadi lebih intim maupun sebaliknya. Komunikasi, pengungkapan diri dan keakraban adalah unsur pokok hubungan antar pribadi. Hubungan sering dihargai seperti keuntungan dan biaya yang harus dikeluarkan titik hubungan bisa berakhir, jika perhitungan tidak menghasilkan profit (kenyamanan, keselamatan,dll).

 

Kedalaman penetrasi sosial :

1. Sesuatu yang dipertukarkan adalah Informasi pribadi.

2. Keterbukaan diri adalah langkah awal pengembangan hubungan.

3. Penetrasi akan berlanjut secara perlahan dalam layer yang lebih dalam.

4. Penetrasi ulang akan terjadi dan melompati lapisan-lapisan yang ada.

 

• Masalah-masalah yang berhubungan dengan keakraban:

1. Kesepian

Jika kesepian maka akan menyebabkan kurangnya rasa percaya diri, tidak mampu memprakarsai aktivitas sosial sulit mencari teman dan kurang dapat diterima oleh orang lain. Oleh sebab itu, kita harus membuat hubungan yang harmonis agar tidak ada kesepian anggota keluarga.

 

2. Ketidakpastian hubungan

Ketidakpastian hubungan terjadi saat ragu akan identitas hubungan romantis kah, atau sekedar teman biasa. Hal ini juga bisa disebabkan oleh ketegangan dialektis. Jika ingin hubungan dipertahankan maka harus ada kepastian dengan tetap selalu berhubungan, saling menyapa atau saling kontak, serta saling berbagi dan curhat.

 

• Masalah dalam keakraban:

- Kecemburuan

Kecemburuan dapat menjadi masalah dalam keakraban karena dengan adanya kecemburuan maka akan ada sebuah persaingan, ketidak setaraan an yang merupakan peletak utama keakraban. Selain itu, self esteem (harga diri) yang rendah juga menjadi penyebab kecemburuan. Maka yang harus dilakukan yaitu harus meningkatkan kepercayaan satu sama lain untuk menghilangkan kecemburuan, sehingga dapat menjauhi masalah dalam keakraban.

 

– Hubungan suami istri (dalam keluarga) secara fisik

Hubungan suami istri penting bagi kelangsungan rumah tangga seperti teguran, senyuman, hadiah, gandengan tangan, jalan bersama, dll.Bagi suami/pria hubungan merupakan syarat yang mutlak, tetapi bagi wanita itu tidak terlalu penting. Wanita lebih mementingkan pola perilaku pria yaitu seperti perhatian, lembut dan kasih sayang, komunikasi yang setara dan terbuka titik bagi suami ketiadaan hubungan suami istri bisa menjadi masalah, tetapi bagi istri tidak menjadi masalah samasekali. Hal-hal seperti itu bisa diatasi dengan perhatian dalam komunikasi virtual jika terkendala jarak.

• Teori Dasar KAP

 

1. Teori Reduksi Ketidakpastian

 

Berger & Calabrese pada tahun 1975 pertama kali memperkenalkan teori reduksi ketidakpastian untuk mencoba meminimalisir ketidakpastian dalam berinteraksi dengan orang lain. Mereka meyakini bahwa kehidupan sosial itu dipenuhi dengan ambiguitas.

Menurut Berger & Calabrese (dalam Dainton & Zelley, 2019), ada tiga asumsi yang

dapat dijadikan kerangka dalam pengurangan ketidakpastian, yaitu:

a) Alasan utama dalam berkomunikasi adalah untuk mengurangi ketidakpastian di dunia dan individu di dalamnya.

b) Setiap individu pernah mengalami ketidakpastian dan pengalaman ini adalah pengalaman yang tidak menyenangkan.

c) Berger & Calabrese mengasumsikan bahwa komunikasi merupakan alat dalam mengurangi ketidakpastian.

Contoh dari teori reduksi ketidakpastian, yaitu saat kita bertemu dengan teman baru ketika pertama masuk kuliah, kita tidak saling mengenal dan hanya diam saja. Namun, ada rasa ketidakpastian apakah dia bisa diajak untuk berteman atau tidak sehingga kita akan mulai membuka perkenalan untuk memastikannya.

2. Teori Disonansi Kognitif (pengaruh)

Menurut Leon Festinger, keyakinan yang berkonflik atau tidak sesuai dapat menghapus harmoni dalam diri – suatu kondisi yang berusaha dijauhi oleh orang-orang. Konflik nilai inilah yang menimbulkan rasa tidak nyaman.Teori disonansi kognitif berpusat pada bagaimana seseorang berusaha untuk mendapatkan konsistensi dan kesesuaian dalam sikap dan perilaku mereka. Pribadi selalu mengalami disonansi kognitif, atau perbedaan pengetahuan dengan tindakan.

Contoh dari teori disonansi kognitif yaitu saat seseorang memaparkan pentingnya tentang olahraga walaupun ia sendiri tidak melakukannya perilaku ini dikenal dengan hipokrisi atau kemunafikan.

3. Teori Keseimbangan

Menurut Fritz Heider, teori ini berusaha menerangkan bagaimana individu-individu sebagai bagian dari struktur sosial, (misalnya sebagai suatu kelompok) cenderung untuk menjalin hubungan satu sama lain.

Jika seseorang setuju pada tindakan tertentu ia akan melakukannya dengan senang hati. Jika ia tidak setuju tetapi telah melakukannya, maka ia akan mengalami stres, gangguan jiwa. Untuk itu ia akan mengurangi ketidaknyamanan itu dengan cara mengubah sikap terhadap tindakannya itu. Jika belum merasa nyaman, terus mencari agar terjadi pilihan yang tepat atau seimbang.

 

4. Teori Kesesuaian (Congruity Teori)

 

Teori kesesuaian atau congruency theory adalah teori konsistensi yang digagas oleh Charles Osgood. Teori kesesuaian menekankan pada dua perangkat informasi atau dua konsep yang membutuhkan penilaian yang dibuat oleh pengamat.

Jika dua perangkat informasi atau konsep adalah sama atau sesuai maka hal tersebut tidak menjadi masalah. Sebaliknya, jika dua perangkat informasi atau konsep tersebut tidak sama maka pengamat akan mengalami tekanan untuk mengubah penilaiannya terhadap salah satu kasus.

 

• Teori Konflik Antar Pribadi

1. Konflik Prinsip - Komunal

Konflik yang terjadi karena prinsip yang berbeda, meskipun sebagiannya ada juga persamaan dan terjadi pada suatu kelompok. Adanya perbedaan dalam persetujuan yang dibuat contohnya setuju untuk menghukum orang yang bersalah, tetapi tidak sepakat dengan hukuman yang diberikan.

 

2. Konflik Realistik - Non realistik

Menurut Coser, konflik timbul karena frustasi dan pelampiasannya. Akibatnya melemparkannya dan menyerahkannya kepada orang lain. Tujuan konflik ini yaitu untuk melepaskan ketegangan melalui agresi. Pengalihan agresi ini untuk self reinforcing  (penguatan diri). Contohnya Saat Kakak atau saudara kita melampiaskan kemarahan kepada kita akibat dimarahi oleh atasannya saat bekerja.

 

3. Konflik Pribadi dan Individu super

Konflik ini dibuat untuk kepentingan pribadi, namun ada juga orang yang berkonflik demi melindungi orang lain. Di mana orang dapat mengorbankan konflik demi membela komunitas yang disebut pribadi super. Contohnya saat seorang pimpinan yang membela anggota-anggotanya saat sedang dalam konflik.

 

4. Konflik perilaku dan atribution

Dalam konflik ini, masing-masing yang berkonflik memiliki alasan, alasan yang dikemukakan salah seorang tidak mungkin dan tidak selalu diakui oleh pihak lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa satu pihak itu merasa benar dan tidak bersalah tapi bagi pihak lain tindakan tersebut menimbulkan masalah. Contohnya saat seseorang bernyanyi saat kita sedang belajar itu akan sangat mengganggu, namun bagi orang yang menyanyi itu tidak mengganggu.

 

5. Konflik Pelanggaran - tanpa pelanggaran

Konflik ini terjadi akibat pelanggaran terhadap kesepakatan bersama. Ada 3 karakter kunci dari konflik ini, yaitu fokus, mencolok mata (salience), dan konsekuensi (consequense).

Fokus: bila aturan dibuat umum dan tidak fokus, dapat menyebabkan konflik.

Mencolok mata: bila pelanggaran tak tampak tak timbul konflik tapi bila nyata akan timbul konflik.

Konsekuensi: pada kasus tertentu dampak pelanggaran sudah di ketahui bersama.

Contohnya jika mencuri maka akan mendapatkan hukuman yang sesuai dengan kejahatan tersebut.

 

6. Konflik Antagonistik - Dialektik

Dalam teori ini jika yang satu menuntut yang lain tidak dapat memenuhi. Jika dapat memenuhi maka akan mengurangi porsi yang lain.

Contohnya saat seorang anak meminta kepada orangtuanya untuk membelikannya mainan, otomatis uang untuk belanja keperluan rumah Bisa berkurang. Namun dalam konflik ini masih bisa saling tawar dengan perhitungan perhitungannya.

 

Pola komunikasi yang menghalangi pengelolaan atau resolusi konflik :

• alasan yang di duga duga atau prakiraan

• balas menyalahkan

• menuntut menarik diri

• peningkatan komunikasi negatif

• keras kepala

• tidak jujur dan berbelit-belit

• tidak mau mengalah

• mengalihkan pembicaraan

 

Bab 3: Karakteristik Hubungan Akrab

• Komunikasi dalam Hubungan Akrab:

1.Ramah dan Kasih Sayang

Keramahan dapat menunjukkan kasih dan sayang. Bila hubungan dipenuhi dengan cacian, sindiran, maka akan menjauhkan hubungan yang ada. Bercanda atau guyon (joke) dapat dijadikan sebagai selingan dan bukan sebagai sindiran atau cemoohan. Namun hal itu juga harus dilakukan sesuai dengan suasana yang ada karena jika hal tersebut dilakukan dalam suasana yang tidak akrab atau belum akrab maka dapat dianggap sebagai sindiran atau menyinggung perasaan dan tidak sopan. Dan dalam agama (Islam), harus tetap menjaga kejujuran walaupun sedang bercanda.

 

2. Kepercayaan

Jika kita terlibat dalam hubungan yang akrab maka kita harus saling menjaga kepercayaan. Jika salah satu berhianat maka akan hilanglah keakraban dan bila salah satu mendapatkan amanah maka harus berusaha untuk menyampaikannya.

 

3. Pengungkapan diri (self disclosure)

Biasanya orang yang sudah akrab ini lebih terbuka satu sama lain karena sudah adanya rasa saling percaya satu sama lain. Semua keluh kesah dan apa yang dirasakan satu sama lain maka akan saling terbuka. Namun, dalam pengungkapan diri pada hubungan akrab juga memiliki masalah, yaitu terkadang sulitnya untuk mencari orang yang dipercaya, khawatir akan dikhianati, akan adanya perubahan status, perubahan waktu dan suasana yang ada, perubahan tentang pengetahuan, beban psikologis yang terkait dengan dosa atau kesalahan. Maka dibuatlah sekat- sekat/jendela/area keterbukaan seperti yang disampaikan oleh Johari Window.

 

Menurut Johari Window ruang- ruang pribadi terbagi menjadi 4 yaitu:

1. Open area: sesuatu yang diketahui diri sendiri dan orang lain.

2. Blind Area: sesuatu yang tidak diketahui diri sendiri namun diketahui orang lain.

3. Hidden Area: diketahui diri sendiri, tetapi tidak diketahui orang lain.

4. Unknown area: sesuatu yang tidak diketahui diri sendiri maupun orang lain.

 

 

5. Dukungan (supportiveness)

Jika ada prestasi dan kemauan maka akan saling mendukung. Dan Jika ada masalah maka akan berusaha turut menyelesaikannya. Bila ada pekerjaan akan saling berbagi dan bila ada kesenangan juga akan saling berbagi. Serta Bila khilaf maka akan segera dinasehati, disupport dan diberikan solusi. Dengan cara memberikan kalimat jangan pesimis, selalu optimis, terima kasih, good job, dan keren.

 

6. Penerimaan karena pemahaman

Kita harus dapat menerima kekurangan masing-masing dan kelebihannya, saling membantu, lebih toleran terhadap kesalahan kecil dan mudah memaafkan jika sudah dekat dan bersahabat. Dan jika ada kesalahan kita harus bisa memahami situasi dan kondisinya.

 

• Hubungan akrab Berdasarkan latar gender:

1. Pria dengan wanita

Wanita lebih suka mengkritik pria dan sebaliknya bagi pria. Wanita lebih menuntut dan memberi arti persahabatan sebagai keterbukaan, pengungkapan diri dan rahasia. Sementara bagi pria sebaliknya yaitu lebih praktis dan pertolongan teknis. Saat ini bagi yang muda lebih suka persahabatan berbeda gender, dan bagi yang sudah tua menghindari persahabatan beda gender.

 

2. Pernikahan dan hubungan akrab jangka panjang

Wanita Tetap memerlukan teman akrab sesama wanita meskipun sudah memiliki pasangan hidup, namun pria biasanya sudah merasa cukup dengan istrinya sebagai support dalam hidupnya. Pasangan biasanya lebih awet karena ditandai oleh karakter-karakter keluarga yang saling menghargai adanya kecukupan waktu untuk kebersamaan atau berduaan, adanya tujuan jangka panjang yang harus dicapai bersama.

Keakraban keluarga memerlukan komitmen semua anggota keluarga untuk menciptakan suasana tersebut.

 

Komitmen yang ada dalam hubungan tersebut akan memudahkan kepercayaan target yang akan dicapai untuk masa depan, upaya yang maksimal dalam pencapaian dan akan mengabaikan hal-hal yang buruk serta akan mengeliminir ketidakpercayaan dan kekurangan pasangan demi masa depan bersama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

QnA 2 (Ulangan Akhir Semester)

  Nama: Salma Astagina Isy Xalola NPM : 2116031025 Personal Branding personal branding adalah suatu cara yang dilakukan sseorang untuk memperkenalkan atau mempromosikan dirinya kepada orang lain, baik untuk kepentingan karir atau bermasyarakat.   Konsep personal branding memiliki beberapa karakteristik. Terdapat setidaknya sebelas karakteristik personal branding (Rampersad, 2008), yakni   sebagai berikut:     (1). Authenticity (keaslian), (2). Integrity (integritas), (3). Consistency (konsisten), (4). Specialization (spesialisasi), (5). Authority (wibawa), (6). Distinctiveness (kekhasan), (7). Relevant (relevan), (8). Visibility (visibilitas), (9). Persistence (kegigihan), (10). Goodwill (kebaikan), (11). Performance (kinerja). (Rampersad, 2008).   Terdapat elemen-elemen utama yang diperlukan untuk membangun Personal branding, di mana elemen-elemen tersebut harus saling terintegrasi dan dibangun bersamaan. Menurut Montoya & Vandehey: 2008,...

QnA 1 (Kuis)

  Nama: Salma Astagina Isy Xalola NPM: 2116031025 1.        Sebutkan dan uraikan ciri-ciri komunikasi dalam hubungan akrab         Jadi, teman akrab atau intimates adalah orang orang yang berbagi hubungan yang menyangkut kedekatan, kepedulian dan kepercayaan yang dicirikan oleh pengungkapam diri dan tanggung jawab secara timbal balik. Hubungan Platonis adalah hubungan di mana pasangan tidak tertarik pada seks atau tidak memilih untuk bertindak berdasarkan ketertarikan seksual.Sebaliknya, hubungan romantis mengacu pada hubungan antar pasangan berdasarkan ketertarikan seksual mereka satu sama lain. Sejak awal banyak diantara kita telah mengembangkan hubungan dengan orang-orang yang mungkin sekali sudah ada disana saat kita Membutuhkan mereka. 1) Hubungan Pria Secara umum, pembicaraan pria cenderung bersifat topical berputar sekitar olahraga, seks, pekerjaan dan kendaraan dan bukan yang bersifat pribadi, terpusat pada isu-isu atau mas...