Nama: Salma Astagina Isy Xalola
NPM: 2116031025
1. Sebutkan dan uraikan ciri-ciri komunikasi dalam hubungan akrab
Jadi, teman akrab atau intimates adalah orang orang yang berbagi hubungan yang menyangkut kedekatan, kepedulian dan kepercayaan yang dicirikan oleh pengungkapam diri dan tanggung jawab secara timbal balik. Hubungan Platonis adalah hubungan di mana pasangan tidak tertarik pada seks atau tidak memilih untuk bertindak berdasarkan ketertarikan seksual.Sebaliknya, hubungan romantis mengacu pada hubungan antar pasangan berdasarkan ketertarikan seksual mereka satu sama lain. Sejak awal banyak diantara kita telah mengembangkan hubungan dengan orang-orang yang mungkin sekali sudah ada disana saat kita Membutuhkan mereka.
1) Hubungan Pria
Secara umum, pembicaraan pria cenderung bersifat topical berputar
sekitar olahraga, seks, pekerjaan dan kendaraan dan bukan yang bersifat
pribadi, terpusat pada isu-isu atau masalah-masalah.
Tetapi Wood dan Inman, menjelaskan bahwa keakraban dan kedekatan dalam
hubungan dapat terjadi melalui banyak bentuk; Pria dapat menggunakan jalan
pengganti"menuju keakraban dengan mengandalkan pada aktivitas bersama dan
berbuat kebaikan dan bukan melalui pengungkapan pribadi sebagai cara untuk
mengembangkan kedekatan.
Julia Wood (2001) telah mengusulkan bahwa kadang-kadang pria boleh
mencemooh sambil melucu atau playful insults, bersaing, mengolok-olok secara
main-main untuk mengisyaratkan kedekatannya dengan seseorang. Pertukaran
keakraban tersembunyi atau covert intimacy exchange merupakan pesan atau
serangkaian pesan yang mengisyaratkan kedekatan, kepercayaan, dan kesetaraan
dengan menggunakan cara mencemooh sambil melucu, bersaing dan mengolok-olok
secara main-main oleh seorang mitra
2) Hubungan Wanita
Sebaliknya, teman akrab wanita ditan saling mengungkapkan perasaan
mereka. Hal ini disebabkan wanita terlalu peduli kepada orang lain, mereka
cenderung mengalami kesukaran-kesukaran yang dialamiorang yang dekat dengan
mereka seperti kesukaran mereka ndini Keterlibatan emosional yang luar biasa
dapat menderit berulang kall, menyebabkan perlunya atau keiuarnya biaya
kesehatan dan ketergantungan yang berlebihan pada hubungan tersebut. Karena
keakraban merupakan persoalan dalam semua hubungan, marilah kita lihat bagaiman
wanita dan pria berbeda dalam hal ini
Cirinya adalah:
1.
Keramahtamahan dan kasih sayang
Satu cara sahabat akrab menyatakan kesukaannya ialah melalui cara
menghabiskan waktu bersama-sama entah pergi nonton, jalan-jalan, atau ngobrol.
Teman akrab selalu berharap untuk selalu bersama- sama karena mereka mengalami
kegembiraan atau kesenangan secara bersama-sama, mereka menikmati dan
bersama-sama dalam berbicara dan mereka menikmati dalam berbagi pengalaman
2.
Kepercayaan
Karakteristik penting
lainnya mengenai keakraban ialah kepercayaan atau trust. Kepercayaan ialah menempatkan kepercayaan
atau confidence kepada yang lain sedikit banyak hampir selalu melibatkan
beberapa resiko. Ini merupakan suatu predeksi jika anda mengungkapan diri anda
kepada yang lain, hasilnya akan menguntungkan anda dan bukan merugikan anda.
Kita percaya orang-orang itu yang antara lain tidak akan dengan sengaja
merugikan kepentingan kita (LaFollette, 1996).
3.
Pengungkapan diri
pengungkapan diri yang sangat pribadi orang benar-benar dapat mengetahui
dan mengerti satu sama lain. Sebagain hasil dari jumlah pengungkapan diri yang
meningkat, maka mereka meningkatkan investasi mereka didalam hubungan dan
mengembangkan rasa "kekitaan" Meskipun tidak reallstis dan mungkin
tidak dinginkan untuk berharap dapat berbagi perasaan dengan sejumiah besar
orang, pencapaian mengenai tingkat berbagi perasaan mengenai komunikasi dengan
sejumiah orang merupakan tujuan komunikasi yang sangat bermanfaat.
4.
Tanggungjawab
Hubungan yang akrab
memerlukan tanggung jawab yang mendalam. Misainya, hubungan akrab dicirikan
oleh pada tahap tertentu dimana seseorang membatalkan hubungan dengan orang
lain agar dapat menyediakan lebih banyak waktu dan energi pada hubungan yang
lebih utama.
2. Sebutkan dan jelaskan fungsi komunikasi dalam hubungan akrab pada keluarga!
Tujuan
utama komunikasi keluarga:
a. Kontribusi bagi pembentukan konsep diri
Konsep
diri anggota keluarga, terutama anak-anak dibentuk, dipelihara, diperkuat dan
dikembangkan dalam komunikasi keluarga melalui pernyataan kasih sayang,
dukungan, sambutan, penerimaan, pujian.
b. Untuk dukungan dan pengakuan yang
diperlukan
Anggota
keluarga akan menyatakan dukungan dan sambutan jika ada anggota keluarga lain
yang berhasil, sukses. Meskipun sederhana, hadiah, ucapan selamat, perasaan
lega, akan memberikan penguatan dan dukungan. Penerimaan pada kekurangan
anggota keluarga, keluarga yang tidak terlalu banyak menuntut akan
menenteramkan dan mendamaikan suasana. Jika ini tidak didapatkan, anggota
keluarga dapat mencari pelampiasan diluar keluarga. Hal ini akan mengancam
keutuhan dan keharmonisan keluarga.
c. Menciptakan model-model
Anak
akan mencontoh pola dan model dari kedua orangtuanya, seperti mencontoh pola
pemecahan konflik. Model dari rumah biasanya akan terpola keluar rumah, anak
akan memecahkan dan memperlakukan orang lain sebagaimana orang rumah
memperlakukan orang lain dan memecahkan masalah.
d. Pola komunikasi antar generasi dalam
keluarga
Pola
komunikasi keluarga antar generasi terkait masalah tanggung jawab, sopan
santun, otoritas (siapa diatur, siapa mengatur). Pola komunikasi antar generasi
juga menyangkut masalah perlindungan, tepo seliro, keteladanan dan penerimaan.
Perbedaan generasi harus dapat diatasi dengan kebersamaan, penerimaan, penghormatan,
kasih sayang, sopan santun dan dukungan.
3. Apa yang anda ketahui mengenai 4 ruang pada diri seseorang menurut teori Johari window ? Uraikan dan jelaskan pokok pokok pikirannya, dan contohnya masing masing ruang tersebut!
Teori Johari window atau jendela Johari
merupakan sebuah teori yang digunakan untuk membantu orang dalam memahami hubungan antara dirinya sendiri dan orang lain. Teori Johari window disebut juga teori kesadaran diri mengenai perilaku maupun pikiran yang ada di dalam diri sendiri maupun di dalam diri orang lain.
Teori jendela Johari berkaitan dengan Emotional Intelligence Theory yang berhubungan
dengan kesadaran dan perasaan manusia. Window atau jendela merupakan suatu hal
yang menggambarkan bahwa teori ini memiliki empat bagian seperti jendela.
Adapun konsep teori jendela
Johari ini terbagi menjadi empat bagian di antaranya sebagai berikut:
1. Open self
Open self atau wilayah terbuka merupakan suatu keadaan dimana
seseorang saling terbuka terhadap dirinya sendiri maupun orang lain. Pada
wilayah terbuka ini, seseorang akan terbuka mengenai sifat, perasaan,
kesadaran, perilaku, dan motivasi. Open self dalam ilmu
psikologi digambarkan dengan sifat extrovert pada diri
seseorang.
Orang yang berada pada wilayah terbuka lebih
mudah menjalin komunikasi dengan siapapun. Hal ini berpengaruh terhadap
interaksi antara individu atau kelompok untuk menciptakan komunikasi yang
efektif. Seseorang yang berada dalam wilayah terbuka ini seperti ketika baru
mengenal seseorang, ia lebih cenderung melemparkan senyum, menyapa lebih awal,
menjabat tangan, dan lebih banyak bercerita mengenai dirinya sendiri.
Contoh : diri kita saat sedang bercengkrama
dengan teman di kelas, di kampus, di tempat les dan tempat umum .
2.
Blind self
Blind self atau wilayah buta merupakan kondisi dimana
orang lain dapat memahami sifat, perasaan, pikiran, dan motivasi seseorang,
tetapi orang tersebut tidak dapat memahami dirinya sendiri. Wilayah buta ini
sering terjadi dalam interaksi manusia yang dapat menimbulkan kesalahpahaman
atau permasalahan lainnya.
Seseorang yang berada dalam blind
self cenderung tidak dapat menciptakan komunikasi efektif,
sehingga timbul berbagai permasalahan..
Contoh : Misalnya, orang yang biasanya bersikap ‘sok’ asik
ketika bertemu dengan orang baru, padahal dirinya sendiri merupakan seorang yang
pendiam. Ia tidak dapat menilai dirinya sendiri sebagaimana sifat, perilaku,
dan pikiran yang ia miliki, tetapi orang lain dapat menilainya. Hal ini sering
disebut sebagai orang yang ‘munafik’
3.
Hidden self
Hidden self atau wilayah tersembunyi/ rahasia adalah keadaan
dimana seseorang memiliki kemampuan untuk menyembunyikan atau merahasiakan
sebagian hal yang dianggap tidak perlu untuk dipublikasikan kepada orang lain.
Hal-hal yang dimaksud bisa berupa sifat, perilaku, motivasi, atau pemikiran.
Konsep ini terbagi menjadi dua, yaitu:
·
Over disclosed, yaitu seseorang
terlalu banyak menceritakan rahasianya, sehingga kemungkinan kecil. Hal ini
membuat seseorang berada di wilayah terbuka
·
Under disclosed, yaitui seseorang sedikit menceritakan rabasianya,
tetapi hanya pada bagian-bagian tertentu sehingga seseorang cenderung berada di
wilayah rahasia.
Contoh: . Misalnya, seseorang yang sudah bersahabat
lama belum tentu dapat terbuka sepenuhnya ketika menceritakan kisah hidupnya
seperti masalah keluarga dan masalah cinta karena ada beberapa orang yang
merasa malu, takut, atau kecewa apabila menceritakan hal-hal tersebut kepada
orang lain
4. Unknown self
Unknown self atau wilayah tak dikenal merupakan kondisi seseorang yang
tidak dapat memahami dirinya sendiri bahkan orang lain pun tidak dapat
mengenalinya. Wilayah ini merupakan wilayah yang tidak dapat menciptakan
interkasi dan komunikasi yang efektif karena keduanya sama-sama merasa tidak
ada pemahaman. Unknown self disebut juga sebagai konsep diri
tertutup atau introvert, dimana seseorang tidak mau menerima
masukan atau feedback dari orang lain.
Contoh : rasa cemas, depresi atau phobia yang
terjadi pada diri kita yang terkadang tidak kita ketahui penyebab serta waktu
muncunya menyebabkan kita memperoleh perilaku menutup diri (introvert)
4. Sebut dan jelaskan beberapa jenis Konflik menurut : Verderber dan Fink serta cara – cara resolusi konflik / cara mengatasi konflik
Klasifikasi konflik menurut Verderber dan Fink:
1)
Pseudo conflict
Pseudo conflict adalah
konflik interpersonal yang terjadi karena kesalahpahaman. Orang-orang yang
terlibat dalam konflik ini merasa mempunyai tujuan berbeda, padahal
kenyataannya sama. Cara untuk menyelesaikan konflik ini tidak sulit, mereka
yang terlibat perselisihan cukup duduk bersama dan memberikan klarifikasi
terkait pemicu kesalahpahaman.
2)
Fact conflict
Jenis konflik biasanya
ini terjadi saat dua orang atau lebih mempunyai perbedaan pendapat mengenai
informasi tertentu. Untuk mengatasinya, masing masing pihak cukup memeriksa
apakah sumber informasi tersebut kredibel dan bisa dipertanggung jawabkan
kebenarannya.
3)
Value conflict
Value conflict
merupakan konflik yang terjadi ketika perbedaan nilai-nilai pribadi di dalam
diri seseorang memicu ketidaksepakatan. Misalnya, kita dan rekan kerja memiliki
pandangan berbeda soal hak hukuman mati. Jenis konflik ini tidak selalu
memiliki jalan penyelesaian yang jelas. Setiap orang mempunyai nilai dan
keyakinan pribadi yang beragam. Oleh sebab itu, salah cara yang bisa ldilakukan
untuk meredam konflik adalah menerimanya dan tidak memaksakan pendapat ke orang
lain, memahami perbedaan latar belakang budaya dan sosial politik seseorang.
4)
Polecy conflict
Jenis konflik ini
terjadi pada saat Anda memiliki perbedaan pendapat terkait rencana tindakan
atau strategi pemecahan masalah dalam situasi tertentu dengan orang lain.
Faktor-faktor yang berkontribusi dalam perbedaan pendapat tersebut antara lain
pendidikan hingga kepribadian, latar belakang pengetahuan dll.
5)
Ego conflict
Ego conflict adalah
konflik yang terjadi ketika salah satu orang tidak mau mengalah untuk
menyelesaikan masalah. Konflik ini seringkali berkembang dengan jenis konflik
lain, yang kemudian masalah menjadi semakin sulit untuk terselesaikan. Untuk
menyelesaikannya, salah satu pihak diharuskan mengalah. Jika tidak ada yang mau
mengalah, tindakan penyelesaian yang dilakukan kemungkinan besar akan selalu
berakhir dengan kegagalan.
6)
Meta conflict
Meta conflict merupakan
perseteruan yang terjadi ketika komunikasi antara satu sama lain tak berjalan
dengan efektif. Konflik ini juga, bisa terjadi karena masalah yang komplek pada
diri sesorang. Cara mengatasi konflik ini yaitu dengan melakukan komunikasi
secara jelas. Apabila tak segera diselesaikan, hubungan antara orang-orang yang
terlibat perselisihan dapat menjadi lebih rumit.
teknik komunikasi dalam mengatasi konflik ,
berikut diantaranya :
1) Metode Dialektik
Teknik komunikasi dalam mengatasi konflik yang pertama adalah
dengan metode dialektik. Metode dialektik sendiri merupakan suatu upaya
penyelesaian konflik dengan pengembangan debat dari pandangan yang berlawanan.
Metode ini juga merupakan teknik untuk menghargai waktu dan pandangan dari
masing-masing pihak untuk kemudian menentukan keputusan bersama.
2) Berintegrasi
Teknik berintegrasi merupakan suatu teknik komunikasi yang
dilakukan dengan mengidentifikasi masalah atau konflik yang terjadi secara
lebih kooperatif.
Hal ini dimaksudkan agar dapat menghasilkan dan memutuskan
solusi-solusi terhadap konflik yang ada yang lebih alternatif dan efektif. Oleh
sebab itu, teknik komunikasi ini akan membutuhkan lebih banyak waktu dibanding
teknik komunikasi yang lainnya.
3) Akomodasi atau
Smoothing
Dalam teknik komunikasi ini biasanya salah satu pihak akan
mengabaikan kepentingannya demi kelancaran penyelesaian konflik yang terjadi.
Sehingga perbedaan dapat diperkecil dan lebih menekankan kesamaan.
Walaupun teknik ini merupakan teknik komunikasi berkesan namun tetap memiliki kelemahan, salah satunya adalah
tidak sesuai jika digunakan untuk menyelesaikan konflik yang kompleks, karena
didalam teknik ini lebih ditekankan pada menciptakan kerjasama antar pihak yang
berlawanan.
4) Kompromi
Kompromi merupakan teknik komunikasi dengan cara memberi dan
menerima perhatian yang cukup untuk diri sendiri dan juga untuk pihak lawan
atau orang lain dalam menyelesaikan konflik yang terjadi.
Teknik komunikasi ini dapat digunakan saat pihak-pihak yang
bersangkutan memiliki tujuan yang berlawanan maupun memiliki kekuatan yang
seimbang. Sehingga nantinya tidak ada pihak yang kalah melainkan hanya
bertujuan untuk menyelesaikan masalah sementara dan menciptakan solusi yang
lebih efektif serta kreatif.
5) Negosiasi
Negosiasi merupakan teknik komunikasi dalam mengatasi konflik yang
paling mudah dan efektif untuk dilakukan. Teknik negosiasi ini juga termasuk
dalam teknik komunikasi persuasif dimana merupakan salah satu proses pengambilan
keputusan melalui proses memberi dan menerima pendapat maupun pandangan yang
berbeda.
Melalui negosiasi perbedaan-perbedaan tersebut dibicarakan atau
didiskusikan untuk menentukan jalan pemecahan konflik yang paling efektif.
Setiap pihak dalam melakukan negosiasi biasanya akan menyatakan
pendapat mereka dengan penekanan lebih pada hal positif yang mereka yakini,
dengan tujuan untuk mempengaruhi dan mengajak pihak lain agar menjadi
sependapat.
6) Mendominasi atau
Memaksa
Teknik komunikasi dalam mengatasi konflik yang terakhir adalah
dengan mendominasi atau memaksa. Artinya bahwa pihak yang bersangkutan dalam
penyelesaian konflik memberikan perhatian yang lebih besar pada diri sendiri
dan perhatian yang rendah pada pihak lawan.
Hal
ini juga berarti bahwa secara paksa salah satu pihak mengakui dirinya menang
dengan mengabaikan kepentingan dan pandangan pihak lainnya. Keberhasilan teknik
ini biasanya didasarkan pada kecepatan dan kelemahan yang dapat memicu dendam.
Komentar
Posting Komentar